Senin, 07 Juli 2014

Jelang Pilpres, Ulama Salatiga Lakukan Doa Bersama

Doa bersama agar pelaksanaan Pemilu Presiden berjalan aman dan lancar berlangsung di Mushala Kodim 0714/Salatiga, kemarin. Berbagai elemen masyarakat dan personel TNI hadir dalam kegiatan yang dipimpin Ustadz Sertu H Khairi tersebut. Doa bersama itu diawali dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan diahiri dengan buka puasa bersama.

Dandim 0714/Salatiga Letkol Arh Tjahjono Prasetyanto melalui Kepala Seksi Personel Kapten Jaswadi menjelaskan, doa bersama menghadirkan tokoh masyarakat dan ulama dari berbagai tempat di wilayah Kodim, yang meliputi Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.

‘’Masyarakat ingin pilpres ini berjalan damai, aman, dan lancar. Setelah berbagai upaya menciptakan keamanan dilakukan, maka tidak ada salahnya bila permohonan doa juga disampaikan kepada Allah Swt,’’ kata Jaswadi.

Menurutnya, momentum pilpres bersamaan dengan bulan Ramadan diharapkan membawa kesejukan dalam nuansa politik di Tanah Air saat pilpres.

Diakuinya, keluarga TNI dalam hal ini Kodim 0714/Salatiga, juga berdoa agar seluruh personelnya dalam keadaam aman di tempat tugas masing-masing.

Begitu juga dengan keluarganya di rumah. Selama ini para personel dilibatkan dalam pengamanan logistik pilpres, pengamanan TPS, dan pascapenghitungan suara.

(Widi/SM)

Selasa, 30 Oktober 2012

Tiga aturan hadang pencuri pulsa


Oleh Yudo Widiyanto

JAKARTA. Untuk menghadapi pencurian pulsa melalui konten premium yang merugikan konsumen, kini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tengah menyiapkan tiga peraturan menteri (Permen) yang akan segera diteken.

Menurut rancangan Permen yang diperoleh KONTAN tersebut, ada tiga hal yang akan diatur oleh Kemkominfo. Pertama mengenai standar kualitas pelayanan; kedua, penyelenggaraan jasa pesan SMS premium ke banyak tujuan; dan ketiga tentang pengiriman informasi elektronik yang berisi promosi.
"Dalam waktu dekat, kami akan lakukan uji publik dan kemudian diberlakukan," ungkap Gatot S. Dewa Broto, Kepala Humas Kemkominfo, akhir pekan lalu.

Secara lebih rinci, rancangan tersebut di antaranya melarang operator seluler maupun content provider (CP) untuk mengirimkan SMS ke banyak tujuan (SMS broadcast) kecuali dengan persetujuan konsumen. Operator dan CP juga harus melakukan proses registrasi terlebih dahulu dari pelanggan.

Pemerintah juga menetapkan adanya proses registrasi dua langkah. Langkah pertama, konsumen harus melakukan permohonan kepada operator dan CP. Langkah kedua, CP dan operator mengirimkan balasan kepada konsumen atas kesediaan konsumen berlangganan. Jika konsumen setuju, CP dan operator baru boleh mengirimkan SMS premium berlangganan atau berkala.

Pemerintah juga mengharuskan penggunaan dua kata untuk menonaktifkan atau menghentikan pengiriman SMS premium, yakni, "STOP" atau "Berhenti". Selain itu, CP dan operator wajib melaporkan standar layanan atau service level agreement (SLA) kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Jika aturan ini tidak dipatuhi, pemerintah akan memberikan sanksi kepada operator maupun CP berupa teguran hingga pembekuan izin operasi.

Amershah, Chairman Indonesian Mobile Multimedia Association (IMMA) menuturkan, IMMA setuju pemerintah memberikan batasan, namun ia mengeluhkan, panjangnya proses registrasi SMS premium akan membuat perusahaan CP sulit mencari pelanggan. "Kalau ada dua langkah registrasi, orang jadi ragu untuk mendaftar," ungkapnya.

Amershah menambahkan, sistem registrasi yang berlebihan akan jadi ancaman bagi industri penunjang CP seperti industri musik, industri game, dan lainnya. Sejak Kemkominfo membuat surat edaran pada 18 Oktober lalu, omzet CP menyusut hingga 100%. Alhasil, sebagian CP memangkas karyawannya.

http://industri.kontan.co.id/news/tiga-aturan-hadang-pencuri-pulsa

Hadapi Pemilu, Trafik Melonjak, Operator Tambah Kapasitas


Oleh Yudo Widiyanto

JAKARTA, Masa kampanye terbuka partai politik (parpol) peserta pemilu resmi dibuka kemarin, dan akan berlangsung hingga 5 April nanti. Selama masa itu, partai politik (parpol) boleh berkampanye lewat jasa telekomunikasi seperti pesan singkat (SMS) dan ring back tone.

Alhasil, para operator pun bersiap hadapi lonjakan trafik. Saat ini, PT Telkomsel telah menambah kapasitas hingga dua kali lipat lebih banyak dari rata-rata 80.000 SMS per menit. "Dengan penambahan ini, tidak ada kendala dengan jaringan jika parpol menggunakan SMS kampanye," ujar Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, Senin (16/3).

Meski sudah ada parpol yang berminat menggunakan sarana kampanye ini, Sarwoto belum bisa memastikan seberapa besar peningkatan trafik SMS nanti. "Prediksi kami, dua minggu sebelum berakhirnya masa kampanye bisa ada lonjakan. Tapi, kami tidak tahu pastinya," katanya.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat PT Indosat Adita Irawati bilang, tidak terlalu khawatir dengan permasalahan jaringan karena dalam enam bulan terakhir, tidak ada masalah yang cukup berarti dengan jaringan. "Pengiriman SMS pelanggan tak sebesar hari raya. Kami perkirakan jaringan aman," katanya.
Desember tahun lalu, dengan 36,5 juta pelanggan, setiap hari arus SMS Indosat sebesar 225 juta SMS di hari biasa, dan naik 20 persen di hari libur dan hari raya.

Khusus trafik SMS selama masa kampanye ini, Adita mengaku sulit memprediksinya. "Yang pasti, ada kenaikan, namun kami sulit menghitung. Tapi, sebelum masa kampanye sudah ada yang memanfaatkan ring back tone jingle partai," ungkapnya.

Terkait pembagian revenue sharing dengan 100 perusahaan content provider (CP), Adita mengaku tidak ada perubahan. "Tidak ada bedanya dengan kerja sama kami untuk menyediakan games, dan kuis. Persentasenya sangat variatif," ujarnya.

CP minta kontrak baru

Wakil Presiden Pemasaran PT Execomindo Pratama (XL) Djunaidy Hermawanto bilang, pihaknya tidak ada antisipasi khusus menghadapi kegiatan kampanye melalui SMS. "Kenaikan trafik terjadi satu minggu sebelum masa kampanye berakhir. Tapi, tidak terlalu bombastis, sekalipun kami belum bisa memprediksi berapa besar," ungkapnya.

Sama seperti Indosat, untuk pembagian revenue sharing Djunaidy mengaku tidak ada perubahan. "Revenue sharing-nya bervariasi, ada 50-50, 60-40, dan lainnya," imbuhnya.Internal Affair Director Indonesia Mobile Content Associaton (IMOCA) Tjandra Tedja kecewa lantaran regulasi baru disahkan Februari lalu. Sebab, pihaknya tak sempat menyesuaikan kontrak dengan operator. "Contohnya, kontrak ring back tone kan untuk jangka waktu sebulan. Padahal, masa kampanye kurang dari itu," keluhnya

Adita menegaskan, operator memberi keleluasaan bagi konsumen menolak iklan. "Cukup dengan mengirimkan pesan penolakan," katanya.

http://industri.kontan.co.id/news/kalah-pamor-dengan-media-sosial-operator-telko-akan-perbanyak-jaringan

Kalah pamor dengan media sosial, operator telko akan perbanyak jaringan


Oleh Yudo Widiyanto

JAKARTA. Maraknya pengguna media sosial memukul bisnis sambungan telepon internasional operator telekomunikasi di Indonesia. Pendapatan mereka dari bisnis sambungan telepon internasional menurun. Tahun depan, mereka akan kembali mendongkrak bisnis ini dengan memperbesar jaringan sekaligus menurunkan tarif.

PT Telkomsel menargetkan pendapatan layanan roaming internasional tahun 2012 sebesar Rp 1,57 triliun. Pendapatan ini naik 14% dari tahun 2011 yang diproyeksikan mencapai Rp1,38 triliun. "Kami ingin menggenjot sektor ini," ungkap Irfan A Tachrir, Vice President International Roaming & Strategic Partnership Telkomsel, Senin (7/11).

Dari laporan keuangannya, perusahaan ini hanya mengantongi pendapatan interkoneksi internasional Rp 1,07 triliun per September 2011, turun 6,96% dari periode sama tahun lalu. Bahkan, proyeksi pendapatan layanan roaming internasional pada tahun ini hanya tumbuh tipis dari tahun 2010 sebesar Rp 1,28 triliun.
PT Indosat juga akan menggeber pendapatan sambungan internasional yang tumbuh negatif pada tahun ini. Hingga kuartal III 2011, pendapatan telepon internasional hanya Rp 696,55 miliar, turun 11,45% dari periode sama 2010. "Mulai kuartal IV 2011, kami ingin sektor ini tumbuh positif di tahun dan periode-periode mendatang," ujar Djarot Handoko, Division Head Public Relation Indosat.

Kualitas lebih bagus

Meski tak mudah melawan media sosial yang gratis, Telkomsel akan terus memperbanyak kerjasama dengan operator telekomunikasi luar negeri. Terbaru, Telkomsel menggandeng On-Wave Mobile Maritim Communication dari Islandia yang melayani telekomunikasi di hampir 500 kapal di dunia. "Dari kerjasama ini, kami bisa memperbesar potensi pengguna sambungan internasional yang berasal dari kapal-kapal itu," terang Irfan tanpa merinci.

Indosat juga yang telah tergabung dalam Conexus, yakni aliansi dari operator-oeprator utama di Asia akan menyediakan tarif roaming lebih murah dengan diskon. Tarif ini berlaku untuk 11 operator di 10 negara seperti Singapura, Jepang, hingga China. "Jumlah negara dan operator terus diperbanyak," ujar Djarot.
Djarot yakin, bisa meningkatkan pendapatan dari sambungan telepon internasional bila tarif yang dibanderol lebih murah. Soalnya, kualitas layanan telepon internasional lebih baik daripada melalui video chating di internet. "Melalui telepon, paling ada delay 1 detik, sedangkan video chating lebih lambat lagi," ujarnya yakin.

http://industri.kontan.co.id/news/kalah-pamor-dengan-media-sosial-operator-telko-akan-perbanyak-jaringan

Persaingan Blackberry dan iPhone Kian Sengit


Oleh Yudo Widiyanto,

JAKARTA. Persaingan iPhone versus BlackBerry semakin sengit. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), selaku pemegang lisensi iPhone di Indonesia, mulai menggenjot penjualan ke daerah-daerah. Tidak mau kalah, operator lain yang menjadi pemegang lisensi ponsel pintar BlackBerry mengimbanginya dengan menambah kecepatan akses.

Mulai kemarin (30/3), Telkomsel sudah mulai menyebar iPhone ke beberapa kota seperti Medan, Surabaya, Makassar, Bali, dan kota-kota besar lain. “Sekarang handset iPhone sudah bisa ditemukan di gerai-gerai Telkomsel di daerah,” ungkap Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno, Senin (30/3).

Saat ini, peminat iPhone yang sudah terdaftar telah mencapai 39.000 orang. Padahal, untuk tahap pertama, Telkomsel hanya menyediakan 10.000 unit. Ini tentu menimbulkan kekhawatiran, sampai berapa lama orang bisa sabar menunggu untuk mendapatkan iPhone. "Kami fleksibel, kok. Jangan khawatir kehabisan stok," ujar Sarwoto menepis kekhawatiran.

Tak mau kehilangan pasarnya, operator lain juga berbenah. Kini, PT Indosat Tbk, selaku pemegang lisensi pemasaran BlackBerry di Indonesia, meningkatkan kapasitas jaringan dari 10 megabyte per second (Mbps) menjadi 20 Mbps. "Kami menggandeng langsung Reseach In Motion (RIM) selaku produsen BlackBerry," imbuh Kepala Divisi Humas Indosat Adita Irawati.

Indosat mengambil langkah ini untuk mengimbangi langkah Telkomsel yang berhasil memenangi tender penambahan frekuensi 3G.

Adita bilang, saat ini Indosat berhasil menggaet 75.000 pelanggan BlackBerry dan berharap bisa menembus angka 100.000 pelanggan di akhir tahun. ”Ini mendorong Indosat berupaya memenuhi kebutuhan bandwidth dan memastikan layanan BlackBerry dapat diakses cepat,” ungkapnya.

Tak mau kalah, Internet Ritel dan BlackBerry Manager PT Exelcomindo Pratama Tbk Handono Warih bakal melakukan evaluasi untuk menambah bandwidth jaringan mereka menjadi 30 Mbps sampai 50 Mbps dari sebelumnya 15 Mbps. "Kami akan melakukan bertahap. Apalagi sekarang, kami telah menjalin kontrak langsung dengan RIM, tidak lagi lewat Vodafone," bebernya.

http://industri.kontan.co.id/news/persaingan-blackberry-dan-iphone-kian-sengit


Persaingan Operator TV Berbayar Kian Sengit


Oleh Yudo Widiyanto -

JAKARTA. Persaingan TV berbayar bakal makin seru. Setelah ada Top TV dan Oke TV, kemarin (2/4) PT Indonusa Telemedia (Telkomvision) meluncurkan produk baru layanan TV berbayar (pay TV) bernama Yes TV. Sama seperti dua produk lain yang lebih dulu muncul, Telkomvision mengeluarkan Yes TV untuk menyasar kelas menengah ke bawah. Maklum, potensi bisnis TV berbayar memang cukup besar.

Saat ini, dari 45 juta orang pemilik televisi, pelanggan TV berbayar baru sekitar 2% atau sekitar 900.000 orang. "Jelas, kami mau mengincar posisi pertama dalam persaingan bisnis televisi berbayar," ungkap Presiden Direktur PT Indonusa Telemedia Rahadi Arsyad, Kamis (2/4).

Untuk mencapai target itu, Telkomvision berniat menggenjot promosi dan iklan. Tahun ini saja, belanja iklan Telkomvision meningkat 400% dari tahun 2008. Sayang, Rahadi enggan menyebut berapa anggaran beriklan dan belanja modal tahun lalu.

Sebagai pembanding, pesaingnya, yakni PT MNC Sky Vision (Indovision), mengucurkan dana buat belanja iklan sepanjang tahun 2008 sebesar Rp 48,7 miliar.Yang pasti, Rahadi optimistis bakal mampu bersaing di pasar TV berbayar. "Secara keseluruhan, saat ini kami memiliki 228.000 pelanggan dan menargetkan meningkat menjadi 350.000 sampai akhir 2009," ujarnya, yakin.

Direktur Pemasaran PT Indonusa Telemedia Bambang Lusmiadi menambahkan, sejak membuka gerai-gerai awal Februari lalu, saat ini Yes TV sudah merangkul 1.500 pelanggan. Hingga akhir tahun, targetnya adalah 100.000 pelanggan. "Sebanyak 50.000 merupakan pelanggan prabayar dan sisanya paska bayar," ungkapnya.

Pesaing tak khawatir

Bambang mengklaim, kelebihan Yes TV dari Telkomvision adalah parabola yang hanya berdiameter satu meter, lebih kecil dari sebelumnya yang 1,8 meter. Selain itu, pelanggan dapat memilih paket saluran sesuai minat. "Harga rata-rata dari Rp 125.000 sampai Rp 275.000," ungkapnya.
Dengan harga segitu, Yes TV membidik kelas menengah perkotaan. "Kami yakin, layanan ini bisa memenuhi kebutuhan pasar," ungkapnya.

Sekretaris Perusahaan PT MNC Sky Vision, Arya Mahendra Sinulingga mengaku tak khawatir atas kehadiran Yes TV. Ia cukup yakin, produk baru itu tak akan mempersempit kue bisnis Top TV, produk terbaru yang menyasar kelas menengah. "Kami menawarkan harga langganan lebih murah, yakni Rp 85.000 per bulan," ungkapnya.

Saat ini Top TV sudah memiliki 40.000 pelanggan. MNC Sky Vision menargetkan, akhir tahun 2009 pelanggan layanan yang sudah keluar setahun ini mencapai 150.000 orang. Secara keseluruhan, menurut Arya, total pelanggan Indovision dan Top TV mencapai 480.000 orang. MNC Sky Vision menargetkan, dengan dua produk itu, tahun ini pelanggan bisa tumbuh 65% dari tahun lalu sebanyak 350.000. "Kami percaya, kami masih memimpin," katanya.
.
http://industri.kontan.co.id/news/persaingan-operator-tv-berbayar-kian-sengit

Direksi Telkomsel dihantui sanksi regulator


Oleh Yudo Widiyanto

JAKARTA. Para direksi PT Telkomsel mungkin sedang was-was, pasalnya langkah mogok dan demonstrasi karyawan berpotensi menyebabkan layanan telekomunikasi plat merah tersebut anjlok. Kalangan Serikat Pekerja Telkomsel (Sepakat) kukuh untuk menghentikan seluruh kegiatan pemeliharaan jaringan jika tuntutan tidak dipenuhi selama sebulan penuh.

Karena berpotensi penurunan layanan, maka ada ancaman sanksi oleh pemerintah. Gatot S Dewabroto, Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)menuturkan bahwa pihak Direksi Telkomsel harus bertanggung jawab jika layanan telekomunikasi terganggu. "Kalau benar ada gangguan, maka sanksi akan kami kenakan ke direksi Telkomsel," ungkapnya kepada KONTAN kemarin.

Gatot menuturkan jika layanan telekomunikasi drop, maka Telkomsel telah melanggar UU Telekomunikasi. Jika itu terjadi maka pemerintah akan melayangkan surat peringatan. "Surat peringatan akan dilayangkan tiga kali, peringatan diberikan sesuai dengan seberapa besar pengaruhnya bagi publik," ungkap Gatot.

Pemerintah akan melayangkan surat peringatan 3 jika benar-benar tidak ada perbaikan. Jika surat peringatan ketiga tidak digubris, maka pemerintah berwenang untuk menutup izin operasional Telkomsel. "Kami berharap Telkomsel dan karyawan bisa menyelesaikan masalah ini," ungkap Gatot.

Gatot memaparkan selain UU Telekomunikasi, sanksi juga tertuang dalam turunan regulasi pemerintah seperti peraturan pemerintah nomor 52 tahun 2000 tentang penyelenggaraan Telekomunikasi. Selain itu Direksi akan terkena Permenkominfo 10,11,12,13,14 soal standar layanan internasional, SLJJ, Lokal, FWA, Seluler.

Gatot menambahkan, ancaman sanksi bukan hanya dari pemerintah, namun juga gugatan dari konsumen. Ini mengacu dari payung hukum UU Pelayanan Publik dan UU Perlindungan Konsumen. Gatot menuturkan, pemerintah pernah memberikan sanksi kepada Telkomsel pada malam tahun baru tahun 2006-2007. Kala itu layanan Telkomsel drop, dan semua layanan SMS dan voice tidak bisa digunakan. "Kami kala itu langsung memberi sanksi Surat Peringatan I kepada Telkomsel," tuturnya.

Ricardo Indra, GM Corporate Communications Telkomsel menuturkan, pihak manajemen Telkomsel menjamin sepenuhnya pelayanan kepada publik tidak akan terganggu dengan adanya aksi mogok kerja nasional ini. Persoalan ini merupakan bagian dari proses hubungan industrial internal. "Telkomsel dan para pihak terkait telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik dan cepat," ungkapnya.

Ia menambahkan, secara prinsip Manajemen Telkomsel senantiasa membuka ruang dialog dengan Serikat untuk membahas dan merundingkan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, sebab hal seperti ini dapat terjadi di setiap perusahaan. "Ini merupakan bagian dari sebuah proses membangun hubungan industrial yang harmonis dan kondusif," ungkapnya

http://industri.kontan.co.id/news/direksi-telkomsel-dihantui-sanksi-regulator