Persaingan Operator TV Berbayar Kian Sengit
Oleh Yudo Widiyanto -
JAKARTA. Persaingan TV berbayar bakal makin seru. Setelah ada Top TV dan Oke TV, kemarin (2/4) PT Indonusa Telemedia (Telkomvision) meluncurkan produk baru layanan TV berbayar (pay TV) bernama Yes TV. Sama seperti dua produk lain yang lebih dulu muncul, Telkomvision mengeluarkan Yes TV untuk menyasar kelas menengah ke bawah. Maklum, potensi bisnis TV berbayar memang cukup besar.
Saat ini, dari 45 juta orang pemilik televisi, pelanggan TV berbayar baru sekitar 2% atau sekitar 900.000 orang. "Jelas, kami mau mengincar posisi pertama dalam persaingan bisnis televisi berbayar," ungkap Presiden Direktur PT Indonusa Telemedia Rahadi Arsyad, Kamis (2/4).
Untuk mencapai target itu, Telkomvision berniat menggenjot promosi dan iklan. Tahun ini saja, belanja iklan Telkomvision meningkat 400% dari tahun 2008. Sayang, Rahadi enggan menyebut berapa anggaran beriklan dan belanja modal tahun lalu.
Sebagai pembanding, pesaingnya, yakni PT MNC Sky Vision (Indovision), mengucurkan dana buat belanja iklan sepanjang tahun 2008 sebesar Rp 48,7 miliar.Yang pasti, Rahadi optimistis bakal mampu bersaing di pasar TV berbayar. "Secara keseluruhan, saat ini kami memiliki 228.000 pelanggan dan menargetkan meningkat menjadi 350.000 sampai akhir 2009," ujarnya, yakin.
Direktur Pemasaran PT Indonusa Telemedia Bambang Lusmiadi menambahkan, sejak membuka gerai-gerai awal Februari lalu, saat ini Yes TV sudah merangkul 1.500 pelanggan. Hingga akhir tahun, targetnya adalah 100.000 pelanggan. "Sebanyak 50.000 merupakan pelanggan prabayar dan sisanya paska bayar," ungkapnya.
Pesaing tak khawatir
Bambang mengklaim, kelebihan Yes TV dari Telkomvision adalah parabola yang hanya berdiameter satu meter, lebih kecil dari sebelumnya yang 1,8 meter. Selain itu, pelanggan dapat memilih paket saluran sesuai minat. "Harga rata-rata dari Rp 125.000 sampai Rp 275.000," ungkapnya.
Dengan harga segitu, Yes TV membidik kelas menengah perkotaan. "Kami yakin, layanan ini bisa memenuhi kebutuhan pasar," ungkapnya.
Sekretaris Perusahaan PT MNC Sky Vision, Arya Mahendra Sinulingga mengaku tak khawatir atas kehadiran Yes TV. Ia cukup yakin, produk baru itu tak akan mempersempit kue bisnis Top TV, produk terbaru yang menyasar kelas menengah. "Kami menawarkan harga langganan lebih murah, yakni Rp 85.000 per bulan," ungkapnya.
Saat ini Top TV sudah memiliki 40.000 pelanggan. MNC Sky Vision menargetkan, akhir tahun 2009 pelanggan layanan yang sudah keluar setahun ini mencapai 150.000 orang. Secara keseluruhan, menurut Arya, total pelanggan Indovision dan Top TV mencapai 480.000 orang. MNC Sky Vision menargetkan, dengan dua produk itu, tahun ini pelanggan bisa tumbuh 65% dari tahun lalu sebanyak 350.000. "Kami percaya, kami masih memimpin," katanya.
.
http://industri.kontan.co.id/news/persaingan-operator-tv-berbayar-kian-sengit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar